Oct 11
26
Save The Green vs Green Printing
Save The Green vs Green Printing
Save the Green, Green Office, Green Printing, adalah kampanye yang sering terdengar belakangan ini. Dalam suatu kesempatan acara Gathering salah satu Penerbit & Percetakan terbesar di Indonesia, Gelora Aksara Pratama (GAP Print) yang bertemakan “Save The Green”, pertanyaan yang diajukan ke saya sebagai salah satu Praktisi Industry Printing adalah: Apa kaitan Save The Green dengan Industry Printing?
Ada beberapa point yang saya catat diantaranya:
1. Kertas
Salah satu komponen terbesar dalam Industri Cetak adalah kertas, dan kertas berasal dari pohon yang ditebang. Semakain banyak kertas yang kita gunakan maka semakin banyak pula pohon yang harus ditebang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita yang bekerja di Industri Cetak untuk menggunakan kertas dengan benar dan hemat. Selain itu pada proses pembuatan kertas, emisi karbon yang dikeluarkan juga turut mempengaruhi lingkungan. Emisi karbon adalah bahan bakar untuk mengeringkan kertas.
2. Bahan Chemical
Dalam proses cetak, Industri Cetak menggunakan bahan chemical sisa hasil cetak, seperti tinta, zat-zat pelarut lainnya dimana pembuangan larutan sisa-sisa proses cetak haruslah diperhatikan ynag bisa berdampak negative bagi lingkungan.
3. Listrik
Penggunaan listrik yang tinggi dalam proses produksi juga membutuhkan energy yang harus kita perhatikan. Adanya pelatihan-pelatihan grafika yang menyangkut soal proses Produksi, management Percetakan sangat membantu untuk mengefisiensi dalam bekerja. Sehingga Industry Printing juga bisa mendukung program “Save The Green”
Dalam acara Gathering tentang ‘Save The Green’, selain saya juga hadir Nadine Chandra Winata, Putri Indonesia 2005 yang juga pecinta lingkungan dan gemar Diving.
Mari terus dukung program ‘Save The Green’ demi anak cucu kita….
Disadur dari oleh Link & Match …
Related posts:




